Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)
Pendahuluan
Mengkonsumsi ikan laut sangat dianjurkan,
terutama bagi anak-anak karena manfaatnya tidak diragukan lagi. Ikan laut merupakan sumber protein dan vitamin D. Ada juga zat
gizi lain, seperti lemak baik, asam lemak omega-3, vitamin A dan lain
sebagainya. Oleh karena itu, ikan selalu
dianggap lebih sehat daripada daging sapi atau daging unggas. Manfaatnya sangat
baik untuk menjaga kesehatan, khususnya untuk melawan penyakit serius dalam
jangka panjang. Terdapat sejumlah manfaat konsumsi ikan langsung yang
dimakan setiap hari. Di antaranya adalah : konsumsi ikan dikaitkan dengan
risiko penurunan penyakit jantung koroner yang fatal. Karena ikan mengandung
banyak asam lemak (omega-3) yang mampu
mengurangi peradangan dan mencegah
penyakit kronis (American Journal of Cardiology, 2018).
Menurut National Institutes of Health Amerika,
ikan merupakan salah satu sumber
makanan yang mengandung vitamin D alami untuk mencegah risiko rapuhnya tulang
dan menjaga kesehatan kulit sekaligus meningkatkan fungsi penglihatan. Berdasarkan
studi yang dipublikasi dari Journal of Psychiatry & Neuroscience, minyak
ikan dapat membantu memperbaiki gejala depresi. Mengkonsumsi ikan akan memicu pelepasan hormon serotonin yang mampu melawan
rasa cemas, stress, panik, hingga mengekang emosi, sampai mengurangi Pre
Menstrual Syndrome berupa rasa tidak nyaman, kram, nyeri pada bagian
pinggang dan perut. Masih berdasarkan
sebuah penelitian yang diterbitkan oleh BioMed Central, kandungan nutrisi dari
ikan juga bermanfaat untuk membersihkan kulit bagi orang-orang dengan jerawat,
dari kondisi sedang sampai parah. Studi
dari Departemen Kesehatan Manusia dan Ilmu Gizi di University of Guelph menyebutkan,
asam lemak omega-3 yang berlimpah dalam ikan, memiliki efek positif pada
metabolisme tubuh yaitu meningkatkan aktivitas oksidasi lemak khususnya pada
para lanjut usia.
1. Kondisi Umum Produksi Ikan Laut Tangkapan di
Wilayah Subang
Kabupaten Subang termasuk dalam wilayah
utara perairan laut Jawa Barat. Berdasarkan
data Dinas Perikanan Jawa Barat tahun 2018,
wilayah utara Jawa Barat merupakan
penghasil ikan laut
tangkapan dengan jumlah terbanyak mencapai 134.936, 97 ton (90.3%
dari total produksi
perikanan laut tangkap
Jawa Barat) dengan
nilai mencapai Rp. 784.5
milyar, sedangkan hasil
perikanan laut tangkapan
daerah selatan Jawa Barat
hanya mencapai 14.552 ton
(9.7% dari total
produksi perikanan tangkap laut
Jawa Barat) dengan
nilai mencapai 106.5
milyar . Daerah utama
penghasil ikan laut
tangkapan di wilayah utara Jawa
Barat terdapat di Kabupaten-Kabupaten Indramayu, Cirebon, serta Subang.
Berdasarkan potensi tangkapan ikan laut yang dimiliki (Tabel 1)
|
Kabupaten/Kota |
Pelagin Besar
|
Pelagin Kecil
|
Demersal |
Ikan Karang
|
Jumlah |
|
Bekasi |
5. 875 |
4 179 |
449 |
346 |
10 849 |
|
Kerawang |
4.220 |
6 284 |
3 195 |
248 |
13 947 |
|
Subang |
5 213 |
10 723 |
3 947 |
307 |
20 190 |
|
Indramayu |
9 517 |
14 241 |
7 206 |
560 |
31 524 |
|
Kabupaten Cirebon
|
5 627 |
11 425 |
4 261 |
331 |
21 644 |
|
Kota Cirebon |
744 |
5 664 |
563 |
43 |
7 014 |
|
Jumlah |
31 196 |
52 516 |
19 621 |
1 835 |
105 168 |
Terdapat
sekitar 57 jenis
ikan laut tangkapan
bernilai ekonomis penting yang
dihasilkan di wilayah
pantai utara Jawa
Barat (Dinas Perikanan
Propinsi Jawa Barat, 20016). Tiga jenis ikan laut tangkap dengan jumlah
terbanyak yang dihasilkan di wilayah
utara Jawa Barat
terdiri dari ikan
peperek, ikan tembang, dan
ikan pari. Sepuluh
jenis ikan laut
tangkap dengan jumlah
pasokan besar pada tahun 2016
diperlihatkan pada Tabel 2, sedangkan sepuluh jenis ikan laut tangkapan yang
menghasilkan nilai tinggi diperlihatkan pada Tabel 3.
Tabel 2.
Sepuluh jenis ikan
laut tangkap dengan
jumlah tangkapan terbanyak yang
dihasilkan oleh wilayah utara
Jawa Barat pada tahun 2016
|
No |
Jenis Ikan |
Jumlah Ton |
Persentase dari total jumlah ikan tangkapan (%)
|
|
1 |
Peperek (Leiognathus sp)
|
16 005.07 |
11.86 |
|
2 |
Tembang (Sardinella fimbriata)
|
9 774.84 |
7.24 |
|
3 |
Pari (Trigonidae)
|
7 249.70 |
5.37 |
|
4 |
Gulamah / Tigawaja (Pennahia argentata)
|
5 458.52 |
4.05 |
|
5 |
Tongkol Abu-abu (Thunnus tonggol)
|
5 284.69 |
3.92 |
|
6 |
Kembung (Restrelliger sp)
|
4 969.42 |
3.68 |
|
7 |
Manyung (Arrius thalassinus)
|
3 967.66 |
2.94 |
|
8 |
Tongkol Komo (Euthynnus affinis)
|
3 350.00 |
2.48 |
|
9 |
Tenggiri (Scomberomorus commerson)
|
3 145.08 |
2.33 |
|
10 |
Lemuru (Sardinella longiceps)
|
3 138.43 |
2.33 |
Tabel 3. Sepuluh
jenis ikan laut
tangkap di wilayah
utara Jawa Bara yang menghasilkan
nilai tinggi
pada tahun 2016
|
No |
Jenis Ikan |
Nilai (Rp 1.000) |
|
1 |
Tongkol Abu-Abu (Thunnus tonggol)
|
76 524 188 |
|
2 |
Peperek (Leiognathus sp)
|
57 594 125 |
|
3 |
Teri (Stolephorus sp)
|
52 094 541 |
|
4 |
Tenggiri (Scomberomorus commerson)
|
46 650 628 |
|
5 |
Kakap Merah (Lobotes surinamensis)
|
45 404 683 |
|
6 |
Kembung (Restrelliger sp)
|
41 808 077 |
|
7 |
Bawal Hitam (Formio niger)
|
41 305 505 |
|
8 |
Bawal Putih (Pampus argenteus)
|
31 644 865 |
|
9 |
Manyung (Arrius thalassinus)
|
28 046 540 |
|
10 |
Tembang (Sardinella fimbriata)
|
27 330 042 |
Kabupaten Subang
masih sangat didominasi
oleh hasil tangkapan laut jenis
ikan dari pada jenis non ikan. Produksi ikan laut tangkapan di Kabupaten Subang
mencapai 88.9% dari total komoditas hasil tangkapan laut. Inilah jenis ikan dan persentase tangkapan di
wilayah Subang (Tabel 4)
|
No |
Jenis Ikan |
Persentase dari total komoditas hasil
tangkapan laut daerah (%) |
|
1 |
Peperek |
10.83 |
|
2 |
Tembang |
8.46 |
|
3 |
Tongkol abu- abu
|
8,29 |
|
4 |
Tigawaja |
8,23 |
|
5 |
Selar |
4,39 |
|
6 |
Layang |
4,01 |
|
7 |
Manyung |
3,97 |
|
8 |
Kembung |
3,50 |
|
9 |
Selanget |
3,34 |
|
10 |
Pari
kekeh |
3,29 |
|
11 |
Terubuk |
3,29 |
|
12 |
Cucut botol |
2,97 |
|
13 |
Tenggiri |
2,68 |
|
14 |
Remang |
2,42 |
|
15 |
Belanak |
1,97 |
|
16 |
Layur |
1,44 |
|
17 |
Bawal
hitam |
1,33 |
|
18 |
Tongkol
komo |
1,77 |
|
19 |
Kurau
|
1,15 |
|
20 |
Kakap
merah |
1,13 |
Kabupaten Subang pada tahun 2016 masih
menghasilkan 88,92 % tangkapan ikan dan 11,08% tangkapan non ikan di perairan
lautnya. Oleh sebab itu, olahan ikan
akan lebih banyak ditemukan di daerah ini.
Sebagian besar hasil
ikan laut tangkap
dari wilayah utara
Jawa Barat termasuk Kabupaten
Subang digunakan untuk konsumsi lokal atau daerah. Sekitar 54% dari ikan laut
tangkap tersebut dikonsumsi segar
sedangkan sisanya digunakan
sebagai bahan baku produk
ikan olahan. Produk
ikan olahan yang
banyak diproduksi adalah
produk olahan tradisional seperti
ikan asin, pindang,
dan ikan peda.
Dari jenis produk olahan tradisional tersebut ikan yang
diasinkan dan dikeringkan merupakan jenis yang
paling banyak diproduksi.
2. Ragam Jenis Pengolahan Ikan di Kabupaten
Subang
Jenis
ikan yang banyak
digunakan untuk ikan
olahan asin dan
kering adalah ikan peperek,
manyung, tigawaja, pari,
selar, dan kembung.
Jenis ikan tersebut juga
merupakan ikan yang
banyak diolah menjadi
ikan pindang. Jenis ikan laut yang diolah melalui
fermentasi menjadi ikan peda adalah ikan kembung. Ikan yang banyak diolah
menjadi ikan asap adalah ikan cucut dan pari. Ikan yang diolah menjadi
produk ikan beku
adalah kakap merah,
kerapu, bawal, tongkol, layur, dan tenggiri. Untuk produk
tepung ikan, pada umumnya bahan baku yang digunakan adalah bagian kepala dan
isi perut ikan manyung sebagai limbah hasil pengolahan ikan manyung untuk
produk ikan asin jambal roti. Tepung
ikan juga dapat dihasilkan dari limbah jenis ikan lainnya maupun ikan laut
tangkapan yang sudah rusak.
|
Produk Ikan Olahan
|
Jenis Ikan
yang Dominan Digunakan sebagai Bahan Baku Produk
Ikan Olahan
|
|
Ikan kering/asin Pindang Peda Ikan Asap Ikan Beku Tepung Ikan |
Peperek, manyung, beloso, tigawaja, pari, layang,
selar, teri, japuh, tembang, lemuru, tenggiri, golok-golok,
terubuk, kuro, belanak, kembung
Manyung, cucut, pari, tigawaja, layang, selar,
tembang, lemuru, kembung, tongkol
Kembung Cucut, pari Kakap merah, kerapu, bawal hitam, bawal putih,
tongkol, layur, tenggiri
Manyung
|
Beberapa
UMKM yang bergerak dalam pengolahan dan pemasaran produk pangan dari ikan laut
diantaranya adalah :
Ikan
Lapan Crispy buatan LAPAN CRISPY /MINA JAYA
dengan
4 varian rasa yaitu original, barbeque, keju dan pedas.
Abon
Ikan Tengkek, Cilamaya
Ikan
etong bakar khas Subang, banyak sekali ditemukan di sepanjang jalur Pantura
Kecamatan Blanakan, Ciasem dan Pamanukan.
Berbagai
macam olahan ikan asin.
Kerupuk
ikan
Tuna
dan tongkol segar
Udang
krispi
Badan
Usaha Milik Desa (BUMdes) Patimban di Kabupaten Subang juga telah menggelar
pemasaran produk-produk hasil laut pada Oktober 2019 yang lalu.
Daftar
Pustaka
Badan Pusat Statistik
Kabupaten Subang ,2015 Data Perikanan Laut, diakses dari subangkab.bps.go.id.
pada 18 Juni 2020.
Bappeda Jabar, 2018. Subang Penghasil Benih Ikan Terbesar di Jawa
Barat, diakases dari bappedajabarprov. go.id pada 17 Juni 2020.
Ghazali, A. (2019).
Ekonomi Kreatif : Rencana Pengembangan Desain Nasional 2015-2019.
Hanidah, I., Mulyono, A.
T., Andoyo, R., Mardawati, E., & Huda, S. (2018). Penerapan Good
Manufacturing Practices Ebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Olahan Pesisir
Eretan - Indramayu. Agricore: Jurnal Agribisnis Dan Sosial Ekonomi Pertanian,
3(1), 294–399.
Komentar
Posting Komentar