Gurusiana dan Aku
Aku berkenalan dengan blog bernama Gurusiana dari seorang temanku dari sekolah lain. Mulanya iseng, kemudian mulai mencermati berbagai tawarannya dan akhirnya terlibat jauh. Diawali dari sekedar mengerjakan tugas pelatihan sampai akhirnya aku memutuskan untuk log in dan berkarya. Tepatnya mulai tanggal 12 Juni 2020, aku mulai menuliskan esai pertamaku. Judulnya "Covid 19 dan Potensi Lost Generation". Naskah berantakan dengan tata bahasa mengenaskan itu malah terpilih untuk direviu dan tentu saja ditertawakan. Tak masalah, karena sifatnya mewakili karya dengan kesalahan-kesalahan umum, sehingga aku tidak merasa ditertawakan sendirian. Ada banyak kesalahan serupa dalam karya-karya yang lain. Entah mengapa sejak saat itu, aku merasa "want getting more involved ". Maka yang tadinya coba-coba, mulai mengikuti tantangan menulis 30 hari yang mereka ajukan. Syaratnya sesuai namanya, me...