Ibu Emi Sudarwati yang Fenomenal

Beliau adalah pemenang Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2016 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Beliau fenomenal di kalangan guru Indonesia karena pencapaiannya yang luar biasa yaitu memiliki 460 judul buku yang sudah memiliki ISBN ((International Standart Book Number). 

     Ibu Emi adalah guru SMP 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur.  Pada awal tahun 2014 Ibu Emi  merilis  Kumpulan Cerkak (Cerita Cekak atau Cerita Pendek) bersama siswa-siswi  SMPN 1 Baureno dengan judul LUNG.  Karya ini juga mendapatkan  sambutan yang baik dari para Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Bojonegoro. 

      Buku karya Ibu Emi Sudarwati Bersama  siswa-siswi  SMPN 1 Baureno ini  menjadi inspirasi bagi banyak sekolah. Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga  Kabupaten lain. Ibu Emi banyak mendapatkan tawaran wawancara di berbagai media secara off air maupun on air.

Ini adalah salah satu kumpulan esai beliau yang mengantarnya menjadi seorang fenomenal.


 

Pada tahun 2015 Ibu Emi menerima tugas untuk berlaga di Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Tingkat Nasional.  Semula Ibu Emi meragukan kemampuannya sendiri, namun Kepala Sekolah tempat beliau ditugaskan saat itu yaitu Bapak Edy Dwi Susanto terus memberikan dukungan dan motivasi.

      Ibu Emi berhasil mendapatkan anugerah sebagai Guru Bahasa Jawa Berdedikasi pada event tersebut berkat buku-buku yang beliau tulis Bersama siswa-siswinya.  Kemenangan ini membuat Ibu Emi merasa memiliki tanggung jawab moral agar lebih giat lagi menngerakkan literasi dan berinovasi,   bukan hanya di ruang lingkup Kabupaten Bojonegoro saja, tetapi sampai ke luar daerah.

      Pada tahun 2016, Ibu Emi Kembali ditugaskan mengikuti Seleksi Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Bojonegoro.  Pada kesempatan kedua ini beliau mendapat posisi Juara ke 3.  Masih pada tahun yang sama, Ibu Emi mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran kembali dan mendapatkan Juara 1 INOBELNAS Kategori SORAK (Seni, Olahraga, Agama, Bimbingan Konseling dan Muatan Lokal). 

      Ibu Emi juga pernah mendapatkan panggilan untuk melaksanakan short course ke Belanda.  Beliau mendapatkan kesempatan berkunjung ke Universitas Windesheim dan Universitas Leiden.  Sejak saat itu, undangan untuk memberikan bimbingan di berbagai workshop, seminar dan lingkar studi dari berbagai kota pun berdatangan.

      Karya beliau yang juga terkenal adalah novel Haiku dan Kado Cinta 20 Tahun yang dituliskan bersama suami tercinta.  Ibu Emi adalah inspirasi besar bagi penulis pemula untuk terus berkarya.  Motivasi terbesar beliau dalam menulis adalah semangat untuk mengukir sejarah kehidupannya. Menulis, kata beliau tidak butuh waktu khusus.  Ibu Emi hanya menulis 10-20 menit saja setiap harinya, tetapi harus rutin di blog pribadi,  laptop, maupun HP. Buku adalah bukti sejarah dan merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.  Oleh karena itu, beliau ingin selalu mengabadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku.  Setiap karya pasti akan menemukan takdirnya sendiri. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan Tulisan Itu Menemui Takdirnya

Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)

Generasi Rebahan Tempat Kita Melanjutkan Asa