Mendandani PTK Menjadi Sebuah Buku yang Cantik

Mendandani PTK Menjadi Sebuah Buku yang Cantik

(Resume Pembelajaran Online Belajar Menulis Gelombang 12)

 

      Perjalanan belajar menulis saya memasuki hari yang kedua.  Di hari Rabu, 3 Juni 2020, seorang ibu guru dari Bandung, Ibu Hati Nurahayu memberikan kiat-kiatnya untuk ‘mengabadikan’ sebuah PTK menjadi buku yang bermakna.

      PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.  Beberapa waktu lalu, PTK adalah prasyarat bagi guru PNS Golongan IIID yang ingin meraih kenaikan pangkat ke Golongan IVA.  Sekarang, bahkan guru PNS Golongan IIIB yang ingin melanjutkan kepangkatan ke IIIC sudah harus menyusun PTK sebagai salah satu syarat utamanya. 

      Kebijakan baru ini membuat maraknya kelas-kelas atau kelompok belajar penulisan PTK baik yang diselenggarakan di dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) atau secara mandiri. Namun demikian, tidak jarang kita menjumpai sebagian yang tidak mau membuatnya sendiri dengan berbagai alas an kemudian menyuruh atau membayar sejumlah uang untuk menebus PTK instant.  Hal ini sudah menjadi rahasia umum.  Sungguh mennyedihkan bila PTK yang sebenarnya tidak terlalu sulit dibuat akhirnya menjadi sulit karena kita tidak mengetahui tehnik-tehnik praktisnya. 

      PTK yang sudah selesai dan memenuhi persyaratan kenaikan tingkat biasanya hanya disimpan saja oleh guru atau dipajang di perpustakaan sekolah masing-masing.  Sebenarnya PTK yang kita buat bias kita ubah menjadi sebuah buku yang layak dibaca.  Tentu saja dengan memperhatikan beberapa rambu-rambu.  Ibu Hati Nurahayu memberikan beberapa, diantaranya :

Pertama, ubah judul PTK menjadi judul buku dengan bahasa populer. Misalnya pada PTK dengan judul : “Implementasi Media Kartu Kuartet dalam Pembelajaran Sistem Rangka untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII SMP Plus Al-Amanah” apabila akan diubah menjadi judul buku maka bias menjadi : Media Kartu Kuartet dalam Pembelajaran Sistem Rangka .

Kedua, ubah bab I (Pendahuluan) pada PTK menjadi bab I buku. Hapus rumusan masalah, manfaat, dan definisi operasional. Ubah juga kesenjangan berupa rendahnya hasil belajar, dan sebagainya dengan kondisi memprihatinkan yang terkait pembelajaran materi atau mata pelajaran yang kita PTK-kan. Penjelasan pada buku Ibu Hati Nurahayu, Bab 1 dibagi menjadi Latar Belakang dan Tujuan.

Ketiga, susun bab II dan bab III buku berdasarkan bab II PTK. Bab II pada buku diambil dari kajian teori yang pertama pada bab II PTK. Bab III buku diambil dari kajian teori yang kedua pada bab II PTK. Begitu seterusnya, jika masih ada kajian teori yang akan dikupas, tuliskan sebagai bab IV buku.

Bab V pada buku diangkat dari bab hasil penelitian dan pembahasan. Di bagian awal berilah pengantar, misalnya sebagai berikut. Uraian pada bab ini diangkat dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di ... pada .... Data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah .... yang dikumpulkan dengan instrumen .... Data dianalisis dengan .... Ibu Hati Nurahayu memberikan rambu-rambu dengan cara kita dapat mengembangkan pengertian, manfaat dan jenis media pembelajaran yang kita bahas , proses pembelajarannya (materi tentang belajar mengajar) dan kreativitas.

      Kita juga harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku  secara lengkap dan mengena. Apabila sudah menjadi buku, penulis  bebas  berkreasi dengan ide masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bacaan yang didapatkan.Dengan semakin tinggi sifat literat seorang  penulis, maka  akan semakin baik  buku yang ditulisnya, karena literasi adalah rangkaian membaca, berpikir dan menulis.

 


Komentar

  1. Wuiiiiiiiiiiiihhhhh indah banget blognya, sesuai dgn tulisannya nih guru hebaaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ibu, atas positive reviewnya. Sungguh berharga buatku.

      Hapus
  2. Masya Alloh luar biasa penuh warna membacanya bu
    Salam kenal dr subang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam ibu. Terimakasih ya bu, jadi makin semangat menulis.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Siap bu! Terimakasih banyak sudah berkenan mampir.

      Hapus
  4. Alhamdulillah sangat menarik tulisan nya sudah bervariasi tinggal di tambah foto atau video supaya lebih menarik perhatian pembaca, lanjutkan menulis jangan pernah berhenti terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap ibu. Saya akan lakukan saran ibu. Terimakasih banyak, (hugs)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Makasih bu, sudah berkenan mampir dan memberi semangat.

      Hapus
  6. Makin mantap Bu Ony, penjelasan runtut dan mudah dimengerti...👍💪

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan Tulisan Itu Menemui Takdirnya

Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)

Generasi Rebahan Tempat Kita Melanjutkan Asa