Nak, Perasaanmu Lembut Sekali, Seperti Okky Jelly



      Sebagai orangtua, kita semua pasti mempunyai sejuta cerita manis-pahit saat membesarkan anak-anak.  Jatuh dan bangun merawat mereka sejak lahir sampai sebesar sekarang, tentu memberi warna tersendiri.  Anak-anak lahir dan besar begitu cepat, rasanya baru kemarin kita masih kuat menggendong dengan kedua tangan ini.  Sekarang mereka sudah dewasa.  Seperti bisul mau pecah, nampaknya langkah-langkah mereka meninggalkan kita sudah tak tertahankan lagi.

      Kepolosan dan beningnya jiwa anak-anak kita, sering membuat kita tersenyum dalam kenangan.  Kita kadang sulit memahami apa yang mereka rasakan, meskipun kita dulu pernah sebesar mereka.  Setiap anak lahir dengan karakter mereka masing-masing yang unik. 

      Waktu anak saya masih kecil, saya segera tahu bahwa dia memiliki sifat perasa.  Meskipun anak laki-laki, dia sensitif dan mudah kasihan.  Saya sampai tidak berani membersihkan ikan atau ayam yang akan dimasak di hadapannya.  Dia pasti akan menangis sesenggukan sambil berkata “ jangan dibunuh ayamnya bu, kasihan”.  Atau “ maafkan ibuku ya ikaaaan, maaf. Kepalamu digetok sampai mati, kamu mau digoreng.  Ya Allah jangan marahi ibuku “ (sambil menangis). Tapi ya kalau ikan atau ayamnya sudah matang, dia ikut-ikutan makan memakai nasi hangat.  “Enak, gurih,”katanya.  Wah, sering geli sendiri kalau mengenang momen ini.

      Satu saat, sehabis pulang mengajar saya tertidur kelelahan di depan televisi.    Sesaat kemudian saya terperanjat bangun, karena mendengar dia menangis sesenggukan sambil bergetar hebat.  “Bu tolong, bu. Tolong anak gajah itu bu, tolong…huhuhu. Mamahnya mati bu, ditembak pemburu.  Tolong sekarang, cepat bu”.  Saya kemudian buru-buru bertanya, “gajahnya mana dik?” sambil sempoyongan menahan kantuk.  “Itu bu, di tivi, tolong dong bu, kasihan”. Oalah dik, dik. Kamu ada-ada saja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan Tulisan Itu Menemui Takdirnya

Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)

Generasi Rebahan Tempat Kita Melanjutkan Asa