Secercah Cahaya Bekal Awal Perjalanan Menjadi Seorang Blogger Hebat
(Resume Diskusi pada Seminar Daring I Belajar Menulis Gelombang 12)

      Hari Senin, 1 Juni 2020, tiga hari setelah kelahiran blog tercintaku ini, aku mengikuti sebuah diskusi daring bersama seorang blogger dan penulis hebat.  Beliau adalah Bapak Wijaya Kusuma yang akrab dipanggil Om Jay.  Seorang temanku berbaik hati memberikan tautan untuk bergabung.  Awalnya aku hanya mengikuti saja tanpa rasa apapun.  Terbayang di benakku serangkaian tumpukan tagihan, tugas dan deadline.  Aku mencoba bertahan sampai satu minggu dalam perbincangan intens di grup tersebut.  Hingga tibalah saat Pak Wijaya memberikan sesi tanya jawab.
      Jam terbang memang tak pernah berbohong pada kemampuan seseorang.  Seperti buah yang begitu masak karena waktu yang cukup, sesi bersama Pak Wijaya sangat bermakna.  Ratusan pertanyaan yang masuk, dengan kejelian dan keahlian dipilih oleh Pak Wijaya beberapa yang representatif.  Tema diskusi memang sedikit acak, namun aku dapat membaginya menjadi tiga bagian :
- motivasi awal membuat tulisan
- cara membuat menulis menjadi sebuah  kebiasaan 
- teknik menjadi penulis buku yang laku di pasaran
      Seorang penanya dari SDN 06 Selagan Raya Kab. Mukomuko Prov. Bengkulu  bertanya dengan jenis pertanyaan yang klasik.  Pemula, masih canggung dan bingung untuk memulai menulis.  Sebaiknya tulisan dalam bentuk apa saja, dan bagaimana untuk memulainya? Pak Wijaya menjawab dengan sangat ringkas dan jelas : tuliskan tentang hal yang paling anda sukai dan kuasai.  Pertanyaan yang sangat mewakili kaum 'newbie' lainnya adalah ketika seorang peserta menanyakan tulisan apa yang pertama kali dibuat oleh Pak Wijaya?  Ternyata beliau masih ingat setelah hampir 11 tahun menulis.  Beliau menulis tulisan berjenis kisah nyata.  Sampai pada pertanyaan yang agak menukik, hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar tulisan menjadi baik dan bagus ? Pak Wijaya menjawab dengan lugas, yaitu dengan berlatih menulis setiap hari. Dan hanya itu saja dulu, tegas beliau.
      Memasuki warna diskusi kedua adalah bagaimana cara menjadikan  menulis sebagai sebuah kebiasaan.  Awal ini yang akan  bermuara menjadi kesuksesan menjadi seorang penulis buku.  "Mengapa sebelum terkenal seperti sekarang Pak Wijaya  tertarik untuk  menulis di blog? Apakah awalnya hanya sekedar iseng apa memang punya tujuan ?" Pertanyaan ini menurutku sangat esensial.  Sifat pertanyaan begitu reflektif sekaligus futuristik.   Pak Wijaya membagikan pengalamannya bahwa menulis di blog adalah awal dari karir kepenulisannya.  Beliau menjelaskan bahwa menulis di blog awalnya hanya hobi tapi lama kelamaan menjadi profesi karena banyak manfaatnya dan menambah pemasukan keuangan.  Sebagai pelengkap, beliau menceritakan bahwa hasil menulisnya selama ini diantaranya adalah hadiah kuliah singkat ke China University of Mining Technology (CUMT) dan membawa pulang  uang sebesar 21 juta rupiah. Sungguh memotivasi.  Menulis PTK, yang selama ini kerap dirasakan sebagai beban bagi para guru untuk kenaikan pangkat ternyata bisa menjadi berkah buat Pak Wijaya.  Berkat menulis PTK beliau pernah mendapatkan laptop baru dan uang jutaan rupiah. Bisa ke Bali gratis dengan  pesawat Garuda Indonesia sekaligus menginap di hotel berbintang 5.  Siapa yang tidak mau?
     Memang kita harus rajin mengedit isi blog kita agar enak dibaca. Walaupun nanti akan dibantu oleh editor buku,  kita tetap harus belajar menjadi editor dari tulisan sendiri.  Kiat supaya tidak mandek menulis karena merasa  sulit untuk menyelesaikan sebuah tulisan dengan baik diberikan oleh Pak Wijaya, yaitu dengan banyak membaca.  Rabun membaca lumpuh menulis, tandas beliau.  Kolaborasi antara penulis dan editor sangatlah dibutuhkan agar  sebuah tulisan  berhasil menjadi buku yang menarik.  
      Kesimpulan materi malam ini adalah menulis dan menerbitkan buku memerlukan  kolaborasi. Penulis tidak dapat bekerja sendiri.  Harus ada editor yang akan menemukan kesalahan dan melakukan koreksi dalam tulisan tersebut. Oleh karena itu nikmatilah prosesnya dan mulailah menulis di blog baik diminta atau tidak. Blog harus kita isi dengan tulisan yg menarik dan inspiratif, sehingga  jumlah pengunjung tanpa kita minta pun pasti akan banyak.  

 


 
      


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan Tulisan Itu Menemui Takdirnya

Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)

Generasi Rebahan Tempat Kita Melanjutkan Asa