The Miracle of Everyday Writing (a review to Mr Bams)

Judulnya pakai Bahasa Inggris, namun setelah dibaca isinya berbahasa Indonesia.  Seperti menemukan kaleng Khong Guan, tapi isinya rengginang.  Mohon maaf, waktu menulis reviu ini, telinga saya sedang disumpal headset yang memainkan playlist Josh Groban, penyanyi favorit saya.  Beliau menyanyi dengan indah seperti hanya buat saya saja.  Makanya saya cinta sekali sama karya-karyanya.

      Mr Bams, atau Bambang Purwanto ini sosok sanguinis sepertinya.  Berjiwa sosial, optimis dan aktif.  Beliau memberikan banyak pelatihan bagi para guru untuk menjadi seorang blogger yang produktif, tentu saja sesuai minat masing-masing.  Namun saya mendeteksi ada karakter plegmatis dalam diri beliau, yaitu karakteristik pemalu, damai dan tenang.  Buktinya beliau mengaku pemalu sehingga membiarkan saudara kembarnya lahir lebih dahulu ke dunia. Wah Mr Bams, bagaimana bayi baru lahir bisa melakukan itu? Sisi humanisnya  adalah beliau selalu membiasakan diri untuk mendongeng buat putrinya, Salwa.  Bams itu singkatan dari Bambang Ayah Salwa.

      Pencapaian beliau sebagai seorang blogger tak perlu diragukan lagi.  Sejak 2003 beliau aktif menulis di blog pribadinya, Pena Mr Bams. Tujuan membuat blog adalah perasaan malu karena sebagai guru TIK dan penggiat literasi sampai tidak memiliki alat tulis, yaitu blog.  Pantaslah, kita saja para peserta pelatihan sampai dipaksa-paksa ibu Fatimah supaya membuat blog, masa instrukturnya malas ngeblog.  Alasan yang lain adalah untuk berbagi pengalaman,menyimpan tulisan untuk dikenang sepanjang jaman.  Mungkin supaya sang putri, Salwa suatu saat dapat membuat buku tentang ayahnya. Cinta selalu ingin meninggalkan kenangan. Alasan terakhir yang paling klise, mencari nafkah sebagai blogger. Bisnis digital memang sudah selayaknya menjadi kenormalan baru di masa ini.  Sebuah cara pandang yang visioner.

        Beliau sudah merilis buku yang sangat menjelaskan kecintaannya pada dunia penulisan di blog. Semangat berbagi dan berlatihnya begitu besar dan ingin beliau tularkan pada sebanyak mungkin orang.  Saya sendiri memiliki kesan khusus terhadap beliau.  Mr Bams ini pernah menuliskan komentar dalam salah satu tulisan saya yang berjudul “Menulis Agung”.  Komentarnya berisi apresiasi dan endorsement dengan cara yang sangat elegan.  Terima kasih, Mr Bams.


Komentar

  1. Blog perlu sebagai alat tulis itu kiat MR Bams, mantap tulisannya bu.

    BalasHapus
  2. Menarik, dengan gaya tersendiri .

    BalasHapus
  3. Baru baca resume yang gayanya seperti ini.
    Keren sekali bu, pan kapan saya boleh ikutan coba resume gaya seperti ya bu. hehe

    Berkunjung ke tempat saya juga ya bu
    salam kenal :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan Tulisan Itu Menemui Takdirnya

Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)

Generasi Rebahan Tempat Kita Melanjutkan Asa