Tips Tampak Profesional di Sekolah

Tips Tampak Profesional di Sekolah

       Kehidupan sehari-hari seorang guru, tidak hanya menjalankan kewajiban membimbing dan mengajar siswa di kelas saja.  Meskipun sangat singkat, para guru memiliki waktu bersosialisasi dengan rekan sejawatnya di sekolah.  Umumnya ada dua kali jeda istirahat dan waktu sebelum masuk kelas.  Jika mau, sepulang sekolahpun para guru banyak yang masih kumpul-kumpul dengan rekan-rekannya.

      Delapan belas tahun menjalani kehidupan sebagai guru, sudah banyak pelajaran pergaulan yang saya dapatkan.  Jelasnya, pergaulan antara para guru di sekolah sifatnya memang unik jika dibandingkan di lingkungan kedinasan yang lain.  Salah satu penyebabnya adalah pola kerjanya yang sangat terikat oleh jam kerja (bel penanda pergantian pelajaran) dan setumpuk tugas tambahan.  Tentu saja saya tidak akan membahas manajemen sekolah.  Tulisan saya kali ini merupakan refleksi.  Seandainya saja saya bisa menghindarinya sejak awal, mungkin saya akan menjadi guru yang lebih produktif.

1.  Saat berada di ruang guru, hindarilah mengobrol lama.

Pertama kali anda melakukan hal ini, mungkin anda akan dianggap aneh oleh rekan-rekan anda.  Namun percayalah, tidak lama kemudian mereka akan terbiasa. Sekilas anda akan dicap sebagai pribadi yang sombong, akan tetapi inilah langkah dasar terpenting agar anda bertahan di lingkungan tersebut.  Sibukkan diri anda untuk mengerjakan administrasi, literasi, atau menikmati bekal yang anda bawa dari rumah.


2.  Lakukan langkah pertama dengan tetap tersenyum.

Pasanglah wajah profesional, anda sedang menjalankan peran sosial sebagai orang dewasa.  Hal ini berbeda dengan sikap anda di dalam kelas saat berinteraksi dengan para siswa.  


3.  Jangan membawa permasalahan di kelas  ke ruang guru.

Jika anda memiliki emosi negatif tentang sikap buruk siswa anda  di kelas beberapa saat yang lalu, maka kuasailah emosi anda.  Tidak perlu berteriak, membentak atau mengomeli siswa di depan rekan kerja anda.  Pun jika anda mendapati rekan kerja anda sedang "mendisiplinkan" siswanya di ruang guru, menjauhlah perlahan-lahan.  Tidak ada kebaikan sedikitpun dalam emosi yang sedang membara.


 

4.  Hindari bergerombol

Sekilas memang asyik melihat para guru bergerombol duduk melingkar di kantor sambil makan bersama, tertawa dan bercanda.  Namun percaya atau tidak, hal ini tidak baik.  Alasannya adalah lingkungan kerja terlihat kurang profesional.  Bayangkan jika ada orangtua murid atau tamu dari dinas lain menyaksikan "kenduri" lengkap dengan bekas-bekasnya.  Anda tidak diperkenankan memperingatkan, hindari saja agar tidak menjadi terlalu besar. 



5.  Pelankan suara anda saat berbicara di kantor.

Tidak perlu berteriak, bercanda berlebihan atau tertawa keras.  Untuk mendapatkan kesan positif dari rekan sekerja anda, anda bisa menanyakan kabar keadaannya di awal hari dengan durasi yang tidak lama.  Prinsipnya, jangan perlakukan rekan kerja anda seperti siswa anda, hargailah dan bicaralah seperti orang dewasa.  Jika anda perlu berinteraksi lebih dalam, berkunjunglah ke kediamannya.  Jangan sekali-kali melakukan pembicaraan personal di lingkungan profesional. Hal itu bisa menjerumuskan anda sendiri.


6.  Jauhi bergosip, menilai atau membandingkan hal apapun dan kepada siapapun.

Tak pelak lagi sikap ini sangat tidak layak anda tunjukkan sebagai guru, bahkan sebagai orang biasa sekalipun.  Beberapa guru senior memang ditugaskan memberikan penilaian dalam DP3 oleh Kepala Sekolah, namun pakailah cara yang baik.  Anda tak perlu ikut tergoda 'mengucilkan' seorang rekan kerja yang dianggap aneh, hanya gara-gara mayoritas rekan anda melakukannya.  Percayalah, roda kehidupan ini berputar dan hukum tabur tuai itu ada.


      Tips ini adalah hasil perenungan saya sebagai bahan introspeksi.  Bukan ditujukan kepada sesorang/sekelompok orang.  Hidup saya lebih ringan sejak saya secara bertahap melaksanakan keenam tips tersebut.  Tidak mungkin rasanya kita mengubah sikap orang lain kepada kita.  Kitalah yang harus mengubah ukuran kacamata kita agar lebih nyaman memandang dunia. Tetap semangat, tetap positif dan tetap profesional.


Komentar

  1. Keren sekali buk.
    No rumpi-rumpi klub.
    Salam kenal ibuk, berkunjung ke blog saya juga ya buk. Salan hangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti bu,saya akan main ke blog ibu. makasih sudah mampir.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biarkan Tulisan Itu Menemui Takdirnya

Lautan Sebagai Sumber Pangan (Potensi dan Pengelolaan Makanan Berbasis Ikan Laut di Kabupaten Subang)

Generasi Rebahan Tempat Kita Melanjutkan Asa